Monday, August 11, 2014

USG pada ibu hamil

Periode yang sangat penting dan sensitif pada awal kehidupan seseorang adalah saat masa dalam kandungan. Beragam gangguan kehamilan pada ibu hamil yang tidak tertangani dengan baik akan berimbas pada sebagian besar bahkan seluruh kehidupan setelah janin lahir. Hal ini tentunya perlu mendapat perhatian lebih dari pihak orang tua dengan bantuan tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa janin berkembang dengan baik.

Pemeriksaan medis sejak awal masa kehamilan bertujuan untuk deteksi dini dan mengatasi kelainan janin, pencegahan penyakit kronis dan kematian janin. Selama masa kehamilan yang dibagi menjadi 3 periode trimester. Trimester pertama yang berlangsung selama 15 minggu pertama dimana terjadi perkembangan organ tubuh janin.  Bayi mulai tumbuh dan memiliki berat badan pada akhir trimester pertama. Trimester kedua berlangsung pada minggu ke-16 sampai minggu ke 27. Minggu ke-27 sampai tiba waktu persalinan tercakup dalam trimester ketiga. Biasanya ibu hamil memeriksakan kehamilan pada trimester pertama untuk memastikan adanya kehamilan dan untuk mengetahui perkembangan janin. Pemeriksaan kedua sebaiknya di lakukan pada kisaran minggu ke-27 dan semakin mendekati perkiraan tanggal lahir intensitas jadwal pemeriksaan lebih sering. Bisa dua minggu atau seminggu sekali.

Ultrasonografi atau yang lebih popular dengan singkatan USG memberikan informasi langsung yang lebih jelas mengenai kondisi janin. Pemeriksaan dengan USG pun cenderung tidak menimbulkan efek samping bagi ibu dan janin. Sampai sekarang ini, penggambaran lengkap dari bentuk fisik dan perkembangan janin dalam detail struktur maupun fungsi organ mudah dilihat dengan USG. Kecanggihan USG dalam hal visualisasi mempermudah tenaga medis untuk mengetahui kelainan yang mungkin terjadi selama masa kehamilan. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan dengan USG sebanyak 3 kali selama masa kehamilan dalam rentang sekali dalam satu periode trimester. Selain mendapatkan informasi yang lebih akurat tentang kondisi janin dan untuk pencegahan dini terhadap beragam resiko gangguan maupun kelainan pada janin, fitur foto cetak dari hasil pemeriksaan USG yang dapat diperoleh di beberapa tempat pemeriksaan ibu hamil juga bisa menjadi salah satu dokumentasi yang tak terlupakan dalam masa awal kehidupan janin.
Cerdas berbelanja baju ibu hamil
Berbelanja baju ibu hamil memang menjadi pengalaman yang seru. Asalkan tidak salah kaprah dalam memilih, ibu hamil bisa tampil menarik dan percaya diri. Tentunya dengan tidak mengabaikan anggaran belanja yang ada. Berikut tips cerdas membeli baju ibu hamil.

1.    Belanja di waktu yang tepat
Pada masa kehamilan trimester pertama, sebagian besar baju masih cukup untuk dikenakan. Akan lebih hemat jika mulai membeli baju dengan ukuran yang dibutuhkan ketika tubuh mulai membesar. Tidak ada salahnya meminjam kaos atau kemeja suami yang berukuran besar jika memungkinkan untuk pakaian dirumah.

2.    Ukuran Baju yang Tepat
Pilih ukuran baju hamil yang memang berdasarkan ukuran yang diperuntukan untuk ibu hamil. Jika hanya berdasarkan ukuran yang lebih besar dari ukuran normal, bisa jadi ukuran baju tidak sesuai di beberapa bagian tubuh.

3.    Memilih bahan yang ringan dan nyaman
Pilihan bahan jersey atau lycra merupakan pilihan bagus untuk bahan baju ibu hamil. Jenis kainnya yang elastis memungkinkan pemakaian dalam beberapa jangka waktu. Pastikan untuk mencoba baju terlebih dahulu. Hindari bahan baju yang menimbulkan efek panas, lengket atau gatal. Pertimbangan cuaca juga penting untuk memilih bahan baju. Bahan kain kaos tebal dengan kombinasi sweater bahan wool tepat untuk ibu hamil di cuaca yang dingin.

4.    Pilihlah celana yang memiliki beberapa lubang kancing. Dengan adanya pilihan lubang kancing akan memungkinkan ukuran pinggal celana dapat disesuaikan dengan ukuran perut yang semakin membuncit.

5.    Pilih atasan atau dress yang memiliki bukaan depan. Selain mudah dikenakan, jenis baju hamil ini masih bisa dikenakan untuk menyusui setelah melahirkan.

6.    Tentukan jumlah baju yang diperlukan terlebih jika ibu hamil bekerja. Membeli sesuai kebutuhan lebih baik daripada sekedar membeli sesuai keinginan. Seringkali setelah melahirkan, si ibu tidak lagi percaya diri mengenakan pakaian kerja yang dikenakan saat hamil karena cenderung kebesaran.

Hal terpenting saat memilih dan berbelanja baju ibu hamil adalah pastikan percaya akan diri sendiri. Yakinkan bahwa setiap ibu hamil cantik dan menarik. Dengan demikian ibu hamil tidak terlalu dipusingkan untuk urusan penampilan.
Mitos tentang Ibu Hamil
Kehidupan sosial yang terdiri dari beragam karakter dan asal usul anggotanya membuat beragam mitos tentang ibu hamil beredar. Seorang ibu hamil seringkali mendapatkan masukan atau informasi mitos yang diyakini orang-orang sekitarnya. Mitos-mitos tersebut ada yang berdasarkan budaya yang berkembang atau pengalaman pribadi. Banyak diantaranya bahkan belum teruji secara medis. Beragam mitos yang beredar berkaitan dengan ibu hamil diantaranya berkaitan dengan jenis kelamin.

1.    Kondisi fisik ibu mencerminkan jenis kelamin bayi
Seringkali orang-orang menebak jenis kelamin bayi dari kondisi fisik sang ibu. Jika ibu hamil terlihat jelek dimata orang sekitar diperkirakan bayi laki-laki. Demikian pula sebaliknya, jika ibu terlihat cantik maka bayi yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan. Adapun secara medis, terkadang kondisi fisik ibu terlebih lagi di bagian kulit yang rawan terkena dampak perubahan hormon selama kehamilan cenderung mempengaruhi penampilan. Jika ingin mengetahui jenis kelamin, ada baiknya melakukan pemeriksaan dengan USG. 

2.    Tebakan jenis kelamin bayi berdasarkan bentuk perut

Perut ibu hamil yang terlihat maju atau buncit seringkali ditebak mengandung bayi laki-laki. Ini juga mitos tentang ibu hamil yang banyak dipercaya. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa bayi laki-laki lebih aktif bergerak. Sedangkan jika perut ibu hamil cenderung melebar dan besar, tebakan berkisar pada bayi perempuan. Padahal bentuk perut ibu dipengaruhi oleh ukuran panjang dan berat badan janin. Selain itu berat badan ibu hamil juga mempengaruhi bentuk perut.

Terlepas dari mitos-mitos yang beredar mengenai jenis kelamin janin, hal yang terpenting adalah menjaga janin sehat dan berkembang dengan baik. Lalu bagaimana sikap ibu hamil jika mendengar mitos tentang ibu hamil yang beredar atau disampaikan oleh orang-orang sekitarnya? Hindari bersikap frontal. Selain melukai perasaan orang yang menyampaikan, hal ini akan memicu perasaan negatif yang tentunya tidak baik bagi ibu hamil. Berikan sikap menerima masukan dan informasi yang baik meski tidak sesuai dengan diri. Selain tidak menimbulkan konflik sosial, kondisi emosional pun lebih terjaga.

Makanan pantangan ibu hamil
Anda seorang ibu hamil? Ada baiknya mulai memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Salah-salah makanan yang dimakan memberikan efek buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Ada beberapa jenis makanan pantangan ibu hamil atau makanan yang perlu dihindari selama masa kehamilan diantaranya:

1.    Makanan mentah atau setengah matang dari hewan
Pastikan daging dan telur sudah dimasak hingga matang. Sejumlah bakteri, parasit dan virus beresiko tertelan masuk dalam tubuh akibat proses pematangan yang tidak sempurna.

2.    Pemanis buatan
Meski belum ada penelitian yang memberikan informasi dampak yang signifikan bagi janin ada baiknya ibu hamil menghindari konsumsi pemanis buatan berlebih. Pemanis buatan seperti sakarin dan aspartame juga cenderung memberikan efek gatal pada tenggorakan. Tentunya sangat tidak nyaman terlebih jika mengalami gejala heartburn. Jika ingin mengkonsumsi minuman yang manis sebaiknya minum jus buah segar.

3.    Keju dan hasil olahan susu
Susu juga bisa jadi bagian dari makanan pantangan ibu hamil. Hindari susu yang belum dipanaskan serta olahan hasil susu seperti keju lunak. Susu mentah dan keju lunak dikhawatirkan mengandung bakteri Salmonella dan E. Coli yang berakibat buruk bagi pencernaan. Pastikan susu dan yoghurt sudah disterilkan dan mengkonsumsi jenis keju keras.

4.    Beberapa jenis ikan dan seafood
Kandungan merkuri pada ikan hiu, seafood yang diasapkan maupun sushi mentah akibat polutan dalam air laut berbahaya bagi ibu hamil. Semakin besar ukurannya, semakin banyak polutan yang melekat dalam daging. Perhatikan batas maksimal 340 gram per minggu jika ingin mengkonsumsi ikan sejenis ikan salmon, tuna, udang dan teri.

5.    Beberapa jenis buah-buahan
Jenis buah seperti durian dan nanas yang memiliki tingkat aroma kuat dan keasaman tinggi cenderung memicu kontraksi dalam rahim. Jika dikonsumsi berlebih di awal kehamilan bisa memicu keguguran. Makanan ini sebaiknya di konsumsi menjelang perkiraan tanggal lahir untuk membantu proses kelahiran.

Masih ada banyak jenis makanan yang aman dikonsumsi ibu hamil. Tidak sulit bukan melakukan diet terhadap makanan pantangan ibu hamil tersebut demi kesehatan ibu dan janin?

Makanan sehat untuk ibu hamil

Beragam informasi yang beredar seringkali bertentangan satu sama lain. Demikian halnya tentang makanan sehat untuk ibu hamil. Hal ini menjadi perhatian penting karena mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Berikut daftar jenis makanan sehat untuk ibu hamil:
1.    Telur
Telur mengandung 12 vitamin dan mineral serta protein yang baik untuk  kehamilan. Telur juga kaya akan kolin yang bagus untuk perkembangan otak bayi serta mencegah kelainan saraf.
2.    Kacang-kacangan
Kacang-kacangan adalah sumber zat besi, folat, kalsium dan seng yang baik. Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Sembelit yang seringkali menjadi keluhan ibu hamil dapat dihindari jika konsumsi serat cukup.

3.    Ubi Jalar
Warna oranye pada ubi jalar mengandung karoten yang akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Karoten yang terkandung dalam ubi jalar lebih bagus dibanding sumber vitamin A lainnya karena karoten hanya akan diubah menjadi vitamin A jika diperlukan. Heiii... jadi ternyata ubi jalar juga merupakan makanan sehat untuk ibu hamil ya :)

4.    Biji gandum
Biji gandum memiliki kandungan protein tinggi yang bagus untuk pembentukan sel janin. Selain itu, karbohidrat pada biji gandum termasuk jenis karbohidrat yang bagus untuk mengontrol berat badan ibu hamil.

5.    Daging matang
Daging kaya akan protein. Pilihlah daging tanpa lemak yang diolah hingga matang untuk menghindari bakteri yang masih hidup ikut masuk ke dalam tubuh.

6.    Sayuran hijau
Bayam, kangkung dan sayuran yang berwarna hijau tua kaya akan vitamin dan nutrisi yang mencakup vitamin A,C dan K serta asam folat yang sangat banyak. Selain bagus untuk mata ibu dan janin, sayuran hijau juga bagus untuk perkembangan janin.

7.    Buah dan sayur beraneka warna
Mengkonsumsi beragam buah dan sayuran hijau, orange, kuning, ungu dan putih dapat memberikan jaminan asupan nutrisi yang mencukupi. Setiap kelompok warna memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda. Selain itu, cairan ketuban yang mendapat asupan beragam ekstrak buah dan sayur yang dikonsumsi ibu akan membuat janin mudah mengenali rasa buah dan sayur setelah lahir nantinya.

Demikian informasi seputar makanan sehat untuk ibu hamil.