Monday, August 11, 2014

Mitos tentang Ibu Hamil
Kehidupan sosial yang terdiri dari beragam karakter dan asal usul anggotanya membuat beragam mitos tentang ibu hamil beredar. Seorang ibu hamil seringkali mendapatkan masukan atau informasi mitos yang diyakini orang-orang sekitarnya. Mitos-mitos tersebut ada yang berdasarkan budaya yang berkembang atau pengalaman pribadi. Banyak diantaranya bahkan belum teruji secara medis. Beragam mitos yang beredar berkaitan dengan ibu hamil diantaranya berkaitan dengan jenis kelamin.

1.    Kondisi fisik ibu mencerminkan jenis kelamin bayi
Seringkali orang-orang menebak jenis kelamin bayi dari kondisi fisik sang ibu. Jika ibu hamil terlihat jelek dimata orang sekitar diperkirakan bayi laki-laki. Demikian pula sebaliknya, jika ibu terlihat cantik maka bayi yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan. Adapun secara medis, terkadang kondisi fisik ibu terlebih lagi di bagian kulit yang rawan terkena dampak perubahan hormon selama kehamilan cenderung mempengaruhi penampilan. Jika ingin mengetahui jenis kelamin, ada baiknya melakukan pemeriksaan dengan USG. 

2.    Tebakan jenis kelamin bayi berdasarkan bentuk perut

Perut ibu hamil yang terlihat maju atau buncit seringkali ditebak mengandung bayi laki-laki. Ini juga mitos tentang ibu hamil yang banyak dipercaya. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa bayi laki-laki lebih aktif bergerak. Sedangkan jika perut ibu hamil cenderung melebar dan besar, tebakan berkisar pada bayi perempuan. Padahal bentuk perut ibu dipengaruhi oleh ukuran panjang dan berat badan janin. Selain itu berat badan ibu hamil juga mempengaruhi bentuk perut.

Terlepas dari mitos-mitos yang beredar mengenai jenis kelamin janin, hal yang terpenting adalah menjaga janin sehat dan berkembang dengan baik. Lalu bagaimana sikap ibu hamil jika mendengar mitos tentang ibu hamil yang beredar atau disampaikan oleh orang-orang sekitarnya? Hindari bersikap frontal. Selain melukai perasaan orang yang menyampaikan, hal ini akan memicu perasaan negatif yang tentunya tidak baik bagi ibu hamil. Berikan sikap menerima masukan dan informasi yang baik meski tidak sesuai dengan diri. Selain tidak menimbulkan konflik sosial, kondisi emosional pun lebih terjaga.